Minggu, 23 November 2014

Aku Dan Senja

Aku Dan Senja

Selamat sore senja
Aku hanya menyapamu dengan manja
Penuh cinta, tanpa derita di dada
            
            Mendekapmu rasanya tak diduga
            Memelukmu rasanya tak terduga
            Membelaimu rasanya tak terkira
            Tetapi tak mungkin rasanya

                        Aku ingin bercinta denganmu
                        Tanpa ada seseorang yang tahu
Sssttt...                                                               
Hanya kita yang tahu
Aku,
Dan senja bercinta
Dirumah sang maha senja


Samarinda, 17 November 2014

Kamis, 12 Juni 2014

Kotaku Menangis Pukul Enam Tiga Puluh

Kotaku Menangis Pukul Enam Tiga Puluh
(Mengenang Tragedi 4 Juni 2014)

Ya Allah
Pagi ini, pukul enam tiga puluh
Engkau mengguncangkan bumi tepian

Ya Allah
Pagi ini, Pukul enam tiga puluh
Engkau memberikan tangisan kepedihan

Ya Allah
Pagi ini, Pukul enam tiga puluh
Engkau memberikan cobaan yang maha dahsyat di tanah kelahiran kami

Tragedi runtuhnya sebuah rumah toko
Tragedi yang memecahkan tangis kami
Tragedi yang memilukan, sekaligus membuat kami pedih

Ya Allah
Hamba ikhlas,
Bila seandainya engkau mengambil ayah kami
Mengambil bapak kami
Mengambil orang orang yang kami sayangi

Hamba Ikhlas
Bila seandainya Engkau memberikan guncangan yang bertubi-tubi

Ya Allah,
Engkau tangiskan seluruh roh kami
Roh dalam kota
Kotaku menangis pukul enam tiga puluh

Pagi


Samarinda, 05 Juni 2014

Rabu, 11 Juni 2014

Aku Mengerti Mengapa Aku Terasingkan

Aku Mengerti Mengapa Aku Terasingkan

Aku mengerti
Mengapa aku merasa terasingkan

Aku mengerti
Mengapa aku merasa tersingkirkan

Aku pun mengerti
Bagaimana rasanya terpinggirkan

Apa karena aku minoritas?
Apa karena aku seperti anak bawang?
Yang selalu dibuang dan tak tersentuh oleh tangan-tangan manusia

Entahlah
Jelas ini mengganggu maya ku
Mungkin saja

Kekhawatiranku kini tertangkap
Betapa bodohnya aku diperdaya
Walau tak terasa
Aku pun memperdayai mereka

Samarinda, 25 Mei 2014

Malam Ini Mawar Hitam Gagal Berpuisi

Malam Ini Mawar Hitam Gagal Berpuisi

Ahhh...
Lagi-lagi mawar hitam tak menunjukkan durinya
Lagi-lagi mawar hitam tak menunjukkan arogansinya
Lagi-lagi mawar hitam tak mampu menghitamkan mawarnya

Ahhh...
Kemana mawar hitam itu memberikan maknanya pada dunia

Ahhh...
Dimana mawar hitam yang terbiasa menerjang kebencian nurani

Ahhh...
Mawar hitam itu kini menjadi mawar yang tak berguna

Ahhh...
Ahhh...
Ahhh...
Malam ini mawar hitam gagal berpuisi

Samarinda, 03 Juni 2014

Minggu, 08 Juni 2014

Hey, Violet

Hey, Violet

Hey, Violet
Ingatkah kau
Dua puluh satu hari yang lalu
Kita berada dalam satu sangkar yang sama
Dalam kegiatan yang sama pula

Hey Violet
Tatapanmu begitu tak biasa
Tajam, seperti ingin menusuk relung ragaku
Dengan ditambah senyum dari sudut bibirmu
Buat ku seakan diterjang jeram deras

Hey Violet
Kau tak tahu aku mulai menyukaimu
Aku mulai mencuri pandang, apabila kau memunggungiku dari kedekatan
Aku mulai mencari celah untuk menarik hatimu

Namun, tahukah kau Violet
Aku mengundurkan diri untuk mencari celah itu
Karena celah itu telah di isi
Mungkin telah lama mengisi celahmu
Celah yang di isi oleh pasanganmu
merpati jantanmu, kekasihmu
Dan aku pun...
Tersisihkan dari Violetmu

Samarinda, 26 April 2014

Syair : Untuk Selamanya

Syair : Untuk Selamanya

Lirik matamu
Timbulkan keindahan
Membuat hatiku menjadi gelisah
Senyum manismu
Pancarkan kedamaian
Membuat hatiku ingin memilikimu

Oh, kasih...
Dengarkanlah aku
Ku mencintaimu
Setulus hatiku
Dari dasar Jiwaku
Oh, sayang...
Ku ingin memilihmu
Jadi pendampingku
Untuk Selamanya
Ku ingin kau setia
Di hatiku selamanya
Dalam suka atau duka
Kita jalani bersama


Samarinda, 23 Februari 2011

Jumat, 06 Juni 2014

Sang Pelopor Inspirasi

Sang Pelopor Inspirasi

Kami, bukanlah sekumpulan manusia yang ingin dipuja
Kami, bukanlah sekumpulan orang-orang yang mencari eksistensi dunia
Kami, bukanlah sekelompok makhluk
Yang hidup hanya untuk mencari perhatian dari para petinggi dunia
Kami, hanyalah para manusia yang ingin berjuang
Kami, hanyalah orang-orang yang ingin membangkitkan semangat bangsa
Kami, hanyalah makhluk
Yang hidup untuk menjadi pelopor inspirasi bagi manusia lainnya
Orangtua, adalah pelopor utama bagi kami
Orangtua, adalah inspirasi pertama untuk kami
Orangtua, pahlawan pertama dan terakhir kami
Orangtua, merupakan unsur penting kami untuk menjadi sang pelopor inspirasi

Hidup yang kami jalani
Masalah yang telah kami hadapi
Dan semua yang telah terjadi pada diri kami, kami akan tetap tegar
Walau kadang kenyataan tak selalu seperti apa yang diinginkan
Kami akan terus berjuang
Kami akan terus bermimpi
Untuk menjadi yang lebih baik
Untuk hidup yang lebih indah
Kami manusia, pantang menyerah walau rintangan sepanjang galah
Kami orang, rela bertaruh nyawa jiwa dan raga meski tubuh kami telah lelah
Kami makhluk, akan terus berjuang untuk menjadi sang pelopor inspirasi
Meski jantung kami berhenti berdetak dan nafas kami telah diujung hela
Takkan surut semangat kami
Tuk menjadi inspirasi bagi orang lain, dan untuk diri sendiri


Samarinda, 01 Juni 2014

Lagi-lagi Segores Cerita Buat Daynikita

Lagi-lagi Segores Cerita Buat Daynikita

Ahhh...
Hari ini aku merasa terbang
Nyawaku seakan tersedot pesonamu yang
Ahhh
Kamu memang kurang ajar

Asal kau tahu
Malam ini
Aku merasa terbang
Aku
Yaaahhh...
Aku merasa lepas
Kontrol pikiran tak sanggup lagi berpikir
Mampus, mampus
Aku menyukai momentum yang maha dahsyat menggetarkan relung hati ini

Lagi
Lagi
Dan lagi
Cerita ini takkan pernah menunjukkan merahnya
Hingga sampai akhir nafas
Hingga tiada lagi batas
Segores cinta dan cerita untuknya

Samarinda, 04 Juni 2014



Segores Cerita Buat Daynikita

Segores Cerita Buat Daynikita


Dibawah langit ibukota
Aku berjalan, mondar-mandir
Seperti setrika panas merapikan kain kusut
Entah apa yang dipikiranku, begitu kosong dan rapuh
Basah hujan pun tak menemani kegundahanku

Dibawah langit ibukota
Aku berjalan, mondar-mandir
Memperhatikan setiap manusia yang menghindari kesialan
Menghampiri mesin bertenaga kuda dengan sombongnya
Tak ada rasa takut, bangga mungkin karena kesombongannya

Dibawah langit ibukota
Aku melihat sosok terindah tertahan di dalam ruangan
Begitu manis seperti Nawang Wulan yang turun dari khayangan
Tapi sayangnya dia bukan peri yang turun dari langit
Dia hanyalah sosok terindah, makhluk tuhan yang sangat terindah

Dibawah langit ibukota
Aku duduk sendirian
tanpa kawan, tanpa lawan, dan tanpa makhluk tuhan yang rupawan

Aku ingin menjamah hatinya, memakannya kalau perlu
Agar tidak ada serigala-serigala jahanam mengincar dirinya
Tetapi apalah artinya aku, aku juga seperti serigala-serigala
Sama seperti yang kebanyakan

Sekarang, dibawah langit ibukota
Pukul tujuh belas dua puluh satu waktu indonesia tengah
Aku membencinya, aku membencinya

yah, aku benci kamu...
Aku...
Benci...
Kamu...
Hahahahahahahahaha...

Samarinda, 26 April 2014

Selasa, 03 Juni 2014

Belenggu Pelangi

Belenggu Pelangi


masalah selalu datang tak pernah pergi
menghantui pikiran dan batin
serta jiwa yang semakin memudar
juga badan yang semakin melemah
buatku tak berdaya

ingin ku berteriak
meronta
meminta pertolonganmu ya tuhan..
aku mohon lepaskan
hilangkan belenggu yang tertancap di dalam raga
aku mohon cabutlah tuhan

berikan aku kemudahan jalan tuhan
ku tahu kau ingin menaikkan derajatku dengan cobaanmu
ku tahu Engkau ingin jadikanku seperti pelangi
yang muncul mengindahkan langit setelah awan murung melanda

bila esok hari aku harus berhenti..
hentikanlah aku dengan baikmu tuhan..
ku tak mau kan seorang menangisiku..
dan pendam aku di tanah kasarmu, hingga tiada jejak hidupku..

Samarinda, melalui celah jendela yang retak, 30 Maret 2012

Hingga Akhir Aku

Hingga Akhir Aku

Lepas
Lenyap nyawaku
Terkikis rasa marah

Hilang
Tiada lagi semangat
Terbalut emosi

Serasa batin tersiksa
Terasa raga dan nyawa terlepas
Hati kian terpuruk
Lembah jurang menyambut kegelisahan..

Hingga akhir aku
Terbinasa luka perasaan


Terlindas sikap arogan
hingga akhir, ku tiada…

Samarinda, 16 Januari 2013

Misteri Tuhan

Misteri Tuhan

Siang nan mencekam
Mencekik peraduan hati
Resah gelisah merasuk jiwa
Hingga takkan ada nyawa

Aku terhenyak
Tersadar dalam kesepian
Menggiring ku ke lembah duka

Kini aku menyadari
Hatimu tak selurus aku

Bahkan tiada kata mesra yang terngiang di hati
Misteri
Yang hanya menyatukan
Keyakinan
Yang hanya mensucikan hati


Kita takkan tahu, hanya tuhanlah yang tahu
Arti dari segala kekacauan jiwa

Samarinda, 12 Januari 2013