Kotaku Menangis Pukul Enam Tiga Puluh
(Mengenang Tragedi 4 Juni 2014)
(Mengenang Tragedi 4 Juni 2014)
Ya Allah
Pagi ini, pukul enam tiga puluh
Engkau mengguncangkan bumi tepian
Pagi ini, pukul enam tiga puluh
Engkau mengguncangkan bumi tepian
Ya Allah
Pagi ini, Pukul enam tiga puluh
Engkau memberikan tangisan kepedihan
Pagi ini, Pukul enam tiga puluh
Engkau memberikan tangisan kepedihan
Ya Allah
Pagi ini, Pukul enam tiga puluh
Engkau memberikan cobaan yang maha dahsyat di tanah kelahiran kami
Pagi ini, Pukul enam tiga puluh
Engkau memberikan cobaan yang maha dahsyat di tanah kelahiran kami
Tragedi runtuhnya sebuah rumah toko
Tragedi yang memecahkan tangis kami
Tragedi yang memilukan, sekaligus membuat kami pedih
Tragedi yang memecahkan tangis kami
Tragedi yang memilukan, sekaligus membuat kami pedih
Ya Allah
Hamba ikhlas,
Bila seandainya engkau mengambil ayah kami
Mengambil bapak kami
Mengambil orang orang yang kami sayangi
Hamba ikhlas,
Bila seandainya engkau mengambil ayah kami
Mengambil bapak kami
Mengambil orang orang yang kami sayangi
Hamba Ikhlas
Bila seandainya Engkau memberikan guncangan yang bertubi-tubi
Bila seandainya Engkau memberikan guncangan yang bertubi-tubi
Ya Allah,
Engkau tangiskan seluruh roh kami
Roh dalam kota
Kotaku menangis pukul enam tiga puluh
Engkau tangiskan seluruh roh kami
Roh dalam kota
Kotaku menangis pukul enam tiga puluh
Pagi
Samarinda, 05 Juni 2014